BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA
Sudah
jelas kiranya dalam al-Qur’an telah dijelaskan tentang haramnya zina ataupun
pornografi. Keharaman tentang zina dan pornografi ini tidak hanya tanpa ada
alasan serta bukti yang kuat, namun lebih dari itu, ternyata teks al-Qur’an
tersebut dapat dibuktikan dalam ilmu biologi terapan.
A. Pornografi: Mengenal Untuk Menjauhi
Pornografi dapat didefinisikan
sebagai penggambaran tubuh manusia atau
perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan
birahi (gairah seksual). Pornografi dapat menggunakan berbagai media — teks
tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk
animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas
tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik
yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah
seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek
menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup
pun dapat disebut pornografi.
B. Mengapa Pornografi Berbahaya?
Sebenarnya banyak dari pecandu pornografi
awalnya hanya mencoba, penasaran, atau hanya ikut-ikutan. Akan tetapi justru di
sinilah letak bahayanya, berawal dari mencicipi lalu menjadi hobi. Banyak di
antara kita yang akan menjawab ”Narkoba lebih berbahaya daripada Pornografi”
ketika ditanya “Manakah yang lebih berbahaya, Narkoba atau Pornografi?”.
Benarkah demikian? ternyata tidak, pornografi memiliki efek kerusakan yang
lebih dahsyat daripada narkoba. Adapun kerusakan yang diakibatkannya yaitu:
ü Pornografi mengakibatkan kerusakan pada
lima bagian otak, terutama pada pre frontal corteks (bagian otak yang
tepat berada di belakang dahi/otak logika).
ü Kerusakan pada otak limbik , bagian
otak ini digunakan untuk merespon pornografi pada anak dan remaja. Akibatnya
bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat karena
hiperstimulasi tanpa filter. (Otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya
konsekuensi).
ü Rusaknya otak akan mengakibatkan korban
akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain
itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan
kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.
Secara spesifik, berikut kerusakan-kerusakan
yang diakibatkan oleh pornografi:
1.
Pornografi
Merusak Jiwa
Kerusakan yang
dapat ditimbulkan pornografi bagi pecandunya dari sisi kejiwaan tidak terlepas
dari bekerjanya 4 jenis hormon tubuh, yaitu:
a. Dopamin
Dopamin bekerja untuk menimbulkan sensasi
puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut
peningkatan level kenikmatan.
Contoh dalam kasus pornografi, misal
seorang remaja pertama kali merasa senang bisa melihat gambar syur, berikutnya
dopamin akan menuntut peningkatan kepuasan. Remaja tadi menjadi rasa ingin
mengulang dan menambah, ganti gambar dan suara, terus gambar suara dan gerak,
lagi…lagi…dan lagi. Seperti orang bermain game, ia akan merasa puas jika
berhasil naik ke level permainan berikutnya.
b. Hormon Neuroepinefrin
Hormon epinefrin sebenarnya bekerja untuk
memantik ide-ide kreatif. Misal seorang
pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Melihat
sebuah kejadian, ia akan berpikir tentang peluang usaha yang bisa dijadikan
ladang uang atau sumber bisnis baru. Instingnya dalam hal bisnis tajam! Sayangnya,
jika hormon ini sudah dikendalikan oleh pornografi yang bersifat merusak, otak
pecandu pornografi juga akan selalu dipenuhi dengan yang namanya pornografi dan
seksualitas.
Apabila ia melihat gambar yang merangsang sedikit saja, otak akan berpikir
“kreatif” untuk berlaku menyimpang. Kalau ada perempuan yang memakai baju
terbuka, mungkin orang normal hanya akan berkata ” Wanita itu sungguh menggoda”
. Namun bagi orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, “Bagaimana
ya rasanya berzina dengan dia…, ( Naudzubillah tsumma naudzubillah!) Itulah
yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Jiwa dan
pikirannya mulai rusak! Akibatnya, para pecandu pornografi tidak bisa berfikir
jernih, malas menuntut ilmu/ belajar, dan malas berpikir kreatif. Hal itu
karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa
otak yang selalu bersambungan dengan yang namanya seks.
Inilah kerja hormon neuroepinefrin yang sudah disutradarai
oleh pornografi. Bukankah Alloh SWT dengan penuh cinta sudah pernah
mengingatkan manusia, “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat ar-Rahman
maka akan Kami jadikan syaitan sebagai pendamping yang selalu menemaninya.”
(QS. az-Zukhruf: 36)
c. Hormon Serotonin
Hormon serotonin bekerja untuk memunculkan
rasa nyaman dan tenang. Misal seseorang yang senang melihat pemandangan, ketika
hatinya gundah ia akan pergi keluar untuk melihat pemandangan alam supaya
hatinya tenang.Itulah efek kerja dari hormon serotonin, yaitu membuat seseorang
merasa nyaman saat hormon itu keluar.
Ketika seseorang bersentuhan dengan yang
namanya pornografi, hormon itupun keluar. Efeknya, setiap pecandu pornografi
itu orang itu jengah, sedih, tertekan, atau stress, dia akan lari ke
pornografi, karena itu yang membuatnya tentram.
Padahal solusi untuk ketentraman hati
sudah pernah pula disampaikan dalam Al Quran melalui lisan Rasul SAW yang mulia,”(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah
subhanahu wa ta`ala. Ingatlah, Hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi
tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
d. Hormon Oksitosin
Oksitosin sering dikenal sebagai “hormon
cinta” karena hormon ini berhubungan erat dengan hubungan cinta suami istri,
kesuburan, kontraksi selama persalinan dan kelahiran, dan pelepasan ASI saat
menyusui. Hormon ini pula yang membantu kita merasa baik, dan itu memicu
perasaan & perilaku untuk memelihara.Itulah sistem kerjanya si hormon
okitosin yang dapat membuat ikatan batin dan kejiwaan yang mendalam antara ibu
dan anaknya. Hanya saja, bagaimana jika ikatan itu terjadi dengan pornografi?!
Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara
terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Akibatnya,
pecandu tersebut menjadi terikat secara batin dengan pornografi! Naudzubillah. Inilah
yang memunculkan rasa “butuh dan ketagihan” . Orang yang kecanduan pornografi
memiliki rasa butuh, candu, tidak nyaman, jika tidak melihat pornografi selama
beberapa hari.
Secara
kejiwaan , berikut contoh-contoh perilaku yang ditunjukkan oleh korban
kecanduan pornografi.
1) Terbentuk sifat kasar secara seksual yang
semakin meningkat terhadap wanita.
2) Mulai menyepelekan perkosaan sebagai
tindak kejahatan atau tidak lagi menganggapnya sebagai kejahatan.
3) Terbentuk persepsi yang menyimpang
terhadap seks.
4) Muncul hasrat yang besar terhadap jenis
pornografi yang lebih menyimpang, aneh, atau kejam (seks yang normal tidak lagi
dirasakan memuaskan).
5) Menghilangkan nilai penting perkawinan dan
mengurangi keyakinan bahwa perkawinan merupakan ikatan yang sah.
6)
Memandang
seks bebas sebagai perilaku normal dan alami.
2.
Pornografi
Merusak Fisik
“Dan
janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
(QS Al-Israa’ 17: 32).
“…dan
janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di
antaranya maupun yang tersembunyi, … “ (QS Al-An’am 6: 151)
Jelas, kerusakan fisik akibat perzinaan
yang diawali dari pornografi sangat besar peluang terjadinya penyakit menular seksual
(PMS) pada sistem reproduksi. Antara lain: sifilis, AIDS, gonorhoe.
3.
Pornografi
Merusak Pergaulan
Mereka
yang terjangkit kecanduan pornografi, pasti pergaulannya akan ikut sakit.
Berikut kerusakan dalam pertemanan yang diakibatkan oleh pornografi:
1) Suka menyendiri
2) Bicara tidak melihat mata lawan bicara
3) Prestasi di sekolah menurun
4) Suka berbicara jorok sehingga dijauhi
teman-teman
5) Berperilaku jorok (menarik tali bra,
menyenggol dengan sengaja bagian-bagian tubuh tertentu, dan lainnya)
6) Suka berkhayal tentang pornografi
7) Banyak minum dan banyak membuang urine
8) Mulai melakukan penyimpangan seksual
ringan sampai berat
C. Solusi
1. Taubat dan menyesali perbuatan
Tentunya taubat seorang yang berdosa
hendaklah dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh bukan bertaubat kemudian
dengan mudahnya dia mengulangi lagi perbuatan maksiatnya. Inilah yang disebut
dengan Taubat Nashuha artinya taubat yang sebenar-benarnya, murni dan tulus,
sebagaimana firman Allah SWT,”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah
kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke
dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, ….” (QS. At Tahrim :
8).
2. Perbanyak ibadah, zikrullah, dan puasa.
Hanya dengan ingat kepada Alloh SWT hati
akan terbentengi, sulit melakukan dosa, dan muncul ketenangan. Ketika godaan
untuk kembali mengakses pornografi muncul, segeralah istighfar, baca doa, wudhu
atau buka Al Quran. Ini memang berat, tetapi Dia Maha Memeprhatikan hamba-hamba
Nya yang sungguh ingin bertaubat.
Berpuasalah jika Anda belum mampu menikah.
Jika sudah mampu menikah, bersegeralah, jangan menunda terlalu lama (bisa dengan berlama-lama pacaran atau bertunangan).
Ijab qabul itu indah dan nikmat. Jika belum mampu, berpuasa saja, ibadah yang
murah, mudah, dan efektif menangkal pornografi!
3. Memilih pergaulan yang baik (hijrah menuju
bi’ah salihah)
Jika Anda memang sudah bertekad dengan
sungguh-sungguh, Insya Alloh Anda akan dipermudah untuk bertemu dengan
kawan-kawan yang saleh dan senantiasa akan mengingatkan Anda jika tergelincir.
Teman-teman yang baik adalah mereka yang ketika kita pandang saja sudah mampu
membuat kita bersemangat ibadah dan benci berbuat dosa.

0 komentar:
Posting Komentar