Kamis, 18 Maret 2021

Kamis, Maret 18, 2021

BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA

 


Sudah jelas kiranya dalam al-Qur’an telah dijelaskan tentang haramnya zina ataupun pornografi. Keharaman tentang zina dan pornografi ini tidak hanya tanpa ada alasan serta bukti yang kuat, namun lebih dari itu, ternyata teks al-Qur’an tersebut dapat dibuktikan dalam ilmu biologi terapan.

 

A.    Pornografi: Mengenal Untuk Menjauhi

Pornografi dapat didefinisikan sebagai  penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan, foto-foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya, sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut pornografi.

 

B.     Mengapa Pornografi Berbahaya?

Sebenarnya banyak dari pecandu pornografi awalnya hanya mencoba, penasaran, atau hanya ikut-ikutan. Akan tetapi justru di sinilah letak bahayanya, berawal dari mencicipi lalu menjadi hobi. Banyak di antara kita yang akan menjawab ”Narkoba lebih berbahaya daripada Pornografi” ketika ditanya “Manakah yang lebih berbahaya, Narkoba atau Pornografi?”. Benarkah demikian? ternyata tidak, pornografi memiliki efek kerusakan yang lebih dahsyat daripada narkoba. Adapun kerusakan yang diakibatkannya yaitu:

ü  Pornografi mengakibatkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada pre frontal corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi/otak logika).

ü  Kerusakan pada otak limbik , bagian otak ini digunakan untuk merespon pornografi pada anak dan remaja. Akibatnya bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat karena hiperstimulasi tanpa filter. (Otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi).

ü  Rusaknya otak akan mengakibatkan korban akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.

Secara spesifik, berikut kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh pornografi:

1.        Pornografi Merusak Jiwa

Kerusakan yang dapat ditimbulkan pornografi bagi pecandunya dari sisi kejiwaan tidak terlepas dari bekerjanya 4 jenis hormon tubuh, yaitu:

a.    Dopamin

Dopamin bekerja untuk menimbulkan sensasi puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut peningkatan level kenikmatan.

Contoh dalam kasus pornografi, misal seorang remaja pertama kali merasa senang bisa melihat gambar syur, berikutnya dopamin akan menuntut peningkatan kepuasan. Remaja tadi menjadi rasa ingin mengulang dan menambah, ganti gambar dan suara, terus gambar suara dan gerak, lagi…lagi…dan lagi. Seperti orang bermain game, ia akan merasa puas jika berhasil naik ke level permainan berikutnya.

b.    Hormon Neuroepinefrin

Hormon epinefrin sebenarnya bekerja untuk memantik ide-ide kreatif. Misal  seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Melihat sebuah kejadian, ia akan berpikir tentang peluang usaha yang bisa dijadikan ladang uang atau sumber bisnis baru. Instingnya dalam hal bisnis tajam! Sayangnya, jika hormon ini sudah dikendalikan oleh pornografi yang bersifat merusak, otak pecandu pornografi juga akan selalu dipenuhi dengan yang namanya pornografi dan seksualitas.

Apabila ia melihat gambar yang  merangsang sedikit saja, otak akan berpikir “kreatif” untuk berlaku menyimpang. Kalau ada perempuan yang memakai baju terbuka, mungkin orang normal hanya akan berkata ” Wanita itu sungguh menggoda” . Namun bagi orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, “Bagaimana ya rasanya berzina dengan dia…, ( Naudzubillah tsumma naudzubillah!) Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Jiwa dan pikirannya mulai rusak! Akibatnya, para pecandu pornografi tidak bisa berfikir jernih, malas menuntut ilmu/ belajar, dan malas berpikir kreatif. Hal itu karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak yang selalu bersambungan dengan yang namanya seks.

Inilah kerja  hormon neuroepinefrin yang sudah disutradarai oleh pornografi. Bukankah Alloh SWT dengan penuh cinta sudah pernah mengingatkan manusia, “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat ar-Rahman maka akan Kami jadikan syaitan sebagai pendamping yang selalu menemaninya.” (QS. az-Zukhruf: 36)

c.    Hormon Serotonin

Hormon serotonin bekerja untuk memunculkan rasa nyaman dan tenang. Misal seseorang yang senang melihat pemandangan, ketika hatinya gundah ia akan pergi keluar untuk melihat pemandangan alam supaya hatinya tenang.Itulah efek kerja dari hormon serotonin, yaitu membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.

Ketika seseorang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar. Efeknya, setiap pecandu pornografi itu orang itu jengah, sedih, tertekan, atau stress, dia akan lari ke pornografi, karena itu yang membuatnya tentram.

Padahal solusi untuk ketentraman hati sudah pernah pula disampaikan dalam Al Quran melalui lisan Rasul SAW yang mulia,”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah subhanahu wa ta`ala. Ingatlah, Hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

d.   Hormon Oksitosin

Oksitosin sering dikenal sebagai “hormon cinta” karena hormon ini berhubungan erat dengan hubungan cinta suami istri, kesuburan, kontraksi selama persalinan dan kelahiran, dan pelepasan ASI saat menyusui. Hormon ini pula yang membantu kita merasa baik, dan itu memicu perasaan & perilaku untuk memelihara.Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin yang dapat membuat ikatan batin dan kejiwaan yang mendalam antara ibu dan anaknya. Hanya saja, bagaimana jika ikatan itu terjadi dengan pornografi?!

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Akibatnya, pecandu tersebut menjadi terikat secara batin dengan pornografi! Naudzubillah. Inilah yang memunculkan rasa “butuh dan ketagihan” . Orang yang kecanduan pornografi memiliki rasa butuh, candu, tidak nyaman, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari.

Secara kejiwaan , berikut contoh-contoh perilaku yang ditunjukkan oleh korban kecanduan pornografi.

1)   Terbentuk sifat kasar secara seksual yang semakin meningkat terhadap wanita.

2)   Mulai menyepelekan perkosaan sebagai tindak kejahatan atau tidak lagi menganggapnya sebagai kejahatan.

3)   Terbentuk persepsi yang menyimpang terhadap seks.

4)   Muncul hasrat yang besar terhadap jenis pornografi yang lebih menyimpang, aneh, atau kejam (seks yang normal tidak lagi dirasakan memuaskan).

5)   Menghilangkan nilai penting perkawinan dan mengurangi keyakinan bahwa perkawinan merupakan ikatan yang sah.

6)   Memandang seks bebas sebagai perilaku normal dan alami.

2.         Pornografi Merusak Fisik

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS Al-Israa’ 17: 32).

 “…dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, … “ (QS Al-An’am 6: 151)

Jelas, kerusakan fisik akibat perzinaan yang diawali dari pornografi sangat besar peluang terjadinya penyakit menular seksual (PMS) pada sistem reproduksi. Antara lain: sifilis, AIDS, gonorhoe.

3.        Pornografi Merusak Pergaulan

Mereka yang terjangkit kecanduan pornografi, pasti pergaulannya akan ikut sakit. Berikut kerusakan dalam pertemanan yang diakibatkan oleh pornografi:

1)    Suka menyendiri

2)    Bicara tidak melihat mata lawan bicara

3)    Prestasi di sekolah menurun

4)    Suka berbicara jorok sehingga dijauhi teman-teman

5) Berperilaku jorok (menarik tali bra, menyenggol dengan sengaja bagian-bagian tubuh tertentu, dan lainnya)

6)    Suka berkhayal tentang pornografi

7)    Banyak minum dan banyak membuang urine

8)     Mulai melakukan penyimpangan seksual ringan sampai berat

 

C.     Solusi

1.    Taubat dan menyesali perbuatan

Tentunya taubat seorang yang berdosa hendaklah dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh bukan bertaubat kemudian dengan mudahnya dia mengulangi lagi perbuatan maksiatnya. Inilah yang disebut dengan Taubat Nashuha artinya taubat yang sebenar-benarnya, murni dan tulus, sebagaimana firman Allah SWT,”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, ….” (QS. At Tahrim : 8).

2.    Perbanyak ibadah, zikrullah, dan puasa.

Hanya dengan ingat kepada Alloh SWT hati akan terbentengi, sulit melakukan dosa, dan muncul ketenangan. Ketika godaan untuk kembali mengakses pornografi muncul, segeralah istighfar, baca doa, wudhu atau buka Al Quran. Ini memang berat, tetapi Dia Maha Memeprhatikan hamba-hamba Nya yang sungguh ingin bertaubat.

Berpuasalah jika Anda belum mampu menikah. Jika sudah mampu menikah, bersegeralah, jangan menunda terlalu lama  (bisa dengan berlama-lama pacaran atau bertunangan). Ijab qabul itu indah dan nikmat. Jika belum mampu, berpuasa saja, ibadah yang murah, mudah, dan efektif menangkal pornografi!

3.    Memilih pergaulan yang baik (hijrah menuju bi’ah salihah)

Jika Anda memang sudah bertekad dengan sungguh-sungguh, Insya Alloh Anda akan dipermudah untuk bertemu dengan kawan-kawan yang saleh dan senantiasa akan mengingatkan Anda jika tergelincir. Teman-teman yang baik adalah mereka yang ketika kita pandang saja sudah mampu membuat kita bersemangat ibadah dan benci berbuat dosa.

0 komentar:

Posting Komentar