Kode etik jurnalistik secara secara universal tercantum dalam 9 Elemen Jurnalisme yang dikemukakan Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) dalam The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (New York: Crown Publishers, 2001) sebagai berikut:
- Kewajiban pertama adalah pada kebenaran.
- Kesetiaan (loyalitas) jurnalisme adalah
kepada warga (citizens).
- Disiplin verifikasi.
- Jurnalis harus tetap independen.
- Jurnalis bertindak sebagai pemantau.
- Jurnalisme harus menyediakan forum bagi
kritik, komentar, dan tanggapan dari publik.
- Membuat hal yang penting itu menjadi
menarik dan relevan.
- Berita yang disajikan komprehensif dan
proporsional
- Mengikuti hati nurani –etika, tanggung
jawab moral, dan standar nilai.
Belakangan, Bill Kovach dan Tom Rosenstiel menambahkan prinsip
kesepuluh: “warga juga memiliki hak dan tanggung jawab dalam hal yang berkaitan
dengan berita.”
Teknik Jurnalistik (J-Skills)
Teknik Jurnalistik (Journalism Skills) adalah keahlian atau
keterampilan khusus dalam hal reportase, penulisan dan penyuntingan berita,
serta wawasan dan penggunaan bahasa jurnalistik atau bahasa media.
- Teknik Reportase: Observasi, Wawancara, Studi
Literatur. Wartawan harus piawai wawancara dan mengamati peristiwa.
Wartawan juga harus andal dalam riset data atau studi literatur.
- News Writing. Penulisan berita adalah
keterampilan utama wartawan.
- News Reporting (for Radio/TV): News
Reading, Spoken Reading, News Script Writing). Khusus wartawan media
elektronik (TV/Radio) harus piawai menyajikan berita (news presenting)
secara langsung (live report) ataupun menjadi presenter berita di studio.
- Editing. Wartawan harus piawai menyunting
naskah sebelum dipublikasikan.
- Bahasa Jurnalistik. Wartawan harus
menguasai kaidah bahasa jurnalistik, yakni bahasa pers atau bahasa media,
dengan ciri khas ringkas, lugas, dan mudah dipahami.
Secara praktis, dasar jurnalistik yang wajib dimiliki wartawan
adalah keahlian meliput perisiwa, menulis beritanya, melakukan wawancara, dan
menaati kode etik.
Bahasa Jurnalistik
Bahasa Jurnalistik –disebut juga bahasa media, bahasa pers,
bahasa koran, atau bahasa wartawan– adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan
dalam menulis berita dengan karakteristik singkat, padat, sederhana, jelas,
lugas, dan menarik.
Pakar bahasa Indonesia Jus Badudu menyatakan, bahasa jurnalistik
harus sederhana, mudah dipahami, teratur, dan efektif.
Ringkas: Bahasa jurnalistik itu
hemat kata (economy of words), memilih kata dan kalimat ringkas, karena keterbatasan ruang
dan durasi, termasuk menghindari Kata Jenuh dan Kata Mubazir.
Lugas: menggunakan kata/kalimat
denonatif, satu pengertian, tidak ambigu, dan langsung ke poko masalah (straight to the point) alias tidak bertele-tele.
Produk Jurnalistik: Karya Jurnalistik
Secara garis besar, produk atau karya jurnalistik itu adalah
- Berita (News)
- Opini (Views)
- Feature
Berita adalah laporan peristiwa. Opini adalah tulisan berisi
pendapat, penilaian, pemikiran, atau analisis tentang suatu masalah atau
peristiwa.
Feature adalah tulisan yang menggabungkan fakta dan opini atau
tulisan khas bergaya penulisan karya sastra seperti cerpen atau novel.
Foto dan Video masuk dalam produk jurnalistik jika berupa foto
jurnalistik dan video jurnalistik.
- Jenis-jenis berita antara lain Hard News,
Opinion News, Interpretative News, Etc.
- Jenis-jenis Opini antara lain Artikel,
Editorial/Tajuk, Kolom, Karikatur, Pojok, Esai, Ilmiah Populer)
- Jenis-jenis Feature antara lain Tips,
Laporan Perjalanan, Biografi, Profil, Resensi, etc.
News Processing: Proses Produksi Berita
- News Planning
- News Hunting/News Gathering
- News Writing
- News Editing
- Publishing
Proses jurnalistik dalam praktiknya yaitu perencanaan
pemberitaan (mis. rapat redaksi), peliputan peristiwa (termasuk wawancara),
penulisan naskah berita, penyuntingan, dan publikasi melalui media massa.
Manajemen Redaksi
- Pemimpin Redaksi/Chief Editor/Editor in
Chief (+ wakil jika diperlukan)
- Redaktur Pelaksana/Managing Editor (+
wakil jika diperlukan)
- Redaktur/Editor/Jabrik (Penanggung Jawab
Rubrik)
- Reporter & Fotografer
- Koresponden
- Kontributor (incl. penulis & kolomnis).
Proses pemberitaan masuk dalam manajemen redaksi. SDM dalam
manajemen redaksi terdiri dari pemimpin redaksi hingga kontributor. Semuanya
disebut wartawan.
Wartawan ada yang menjabat –secara hierarkis– pemimpin redaksi,
wakil pemred, redaktur, koordinator liputan, reporter, fotografer (wartawan
foto), koresponden (wartawan daerah), dan kontributor, yaitu wartawan lepas
yang dibayar per tulisan alias tidak digaji bulanan seperti koresponden s.d.
pemred.
Media Jurnalistik: Jenis-Jenis Media Massa
- Media Cetak (Printed Media)
- Media Elektronik (Electronik Media)
- Media Siber (Cyber Media)
Hasil proses jurnalistik atau karya jurnalistik dipublikasikan
melalui media massa yang terbagi dalam tiga jenis.
Media cetak terdiri dari suratkabar (koran, terbit harian),
majalah, dan tabloid.
Media Elektronik terdiri dari radio siaran, televisi, dan film.
Media Siber yaitu media massa di internet –dikenal dengan
sebutan media online, situs berita, portal berita (news portal), website berita, atau media
dalam jaringan (media daring).
Buku Referensi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik: Jurnalistik Terapan (BATIC Press), Kamus Jurnalistik (Simbiosa), Jurnalistik Praktis (Rosdakarya). Penulis: Asep Syamsul M. Romli.

0 komentar:
Posting Komentar