Aktivitas atau proses jurnalistik utamanya menghasilkan berita, selain jenis tulisan lain seperti artikel dan feature. Berita adalah laporan peristiwa yang baru terjadi atau kejadian aktual yang dilaporkan di media massa.
Tahap-tahap pembuatan/penulisan berita adalah
sebagai berikut:
1. Hunting.
Mengumpulkan fakta dan data peristiwa yang
bernilai berita –aktual, faktual, penting, dan menarik—dengan “mengisi” enam
unsur berita 5W+1H (What/Apa yang terjadi, Who/Siapa yang terlibat dalam
kejadian itu, Where/Di mana kejadiannya, When/Kapan terjadinya, Why/Kenapa hal
itu terjadi, dan How/Bagaimana proses kejadiannya)
Kelayakan sebuah peristiwa diberitakan atau
tidak diukur dengan parameter Nilai Berita (News Values):
·
Aktual
·
Faktual
·
Penting
·
Menarik
2. Writing
Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan
berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik=
kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas,
langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.
3. Struktur Naskah
Komposisi naskah berita terdiri atas:
1. Head (Judul),
2. Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat
berangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda,
3. Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian
paling penting atau hal yang paling menarik, dan
4. Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah
tertuang di Lead.
Sumber : Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik
Terapan, Penerbit: Batic Press, Bandung, 2001; Asep Syamsul M. Romli, Kamus
Jurnalistik, Penerbit: Simbiosa Bandung, 2009.

0 komentar:
Posting Komentar